Membawa Belut ke Rumah Sakit

Kompas.com - 02/04/2011, 07:38 WIB

SEIJI YAMAMOTO lahir di Kagawa, Jepang, tahun 1970. Seperti diceritakan dalam www.starchefs.com, awalnya keinginan Yamamoto untuk menjadi koki adalah demi membuat bangga ibunya. Setelah menempuh pendidikan di sekolah memasak, Yamamoto bekerja sekaligus menuntut ilmu di dapur restoran milik Master Chef Hirohisa Koyama, Aoyagi, selama 11 tahun. Di tempat inilah, Yamamoto mempelajari kuliner kaiseki.

Setelah sempat menjadi koki kepala di Restoran Tokushima, Yamamoto mendirikan Restoran Nihonryori RyuGin di Roppongi, Tokyo. Di restoran yang didirikan pada Desember 2003 ini, Yamamoto memperkenalkan kuliner kaiseki yang dibuat dengan teknik molekuler gastronomi.

”Kuliner tradisional sudah ada sejak lama di Jepang. Saya ingin kombinasi dengan sesuatu yang modern, seperti peralatan dan cara memasaknya, bisa menjadi ciri masakan saya,” kata Yamamoto.

Meski sibuk mempersiapkan makan malam dalam durasi yang cukup panjang, pada Jumat (18/3/2011) malam di Hotel Mulia, Jakarta, Yamamoto selalu meluangkan waktu ketika ada peserta makan malam yang ingin menemuinya.

Penggabungan sisi tradisional dan modern itu pula yang membuat Yamamoto bisa berkiprah di arena kuliner internasional, seperti di Madrid Fusion, French Omnivore Food Festival, dan StarChefs.com International Chef Congress. Tak jarang, Yamamoto bahkan melakukan hal-hal yang tak lazim demi mendapatkan masakan yang sempurna.

Salah satu menu andalan di RyuGin, yaitu sup belut, misalnya, dibuat setelah Yamamoto melakukan penelitian terhadap belut dengan sentuhan medis. Ketika koki-koki di Jepang biasanya membuang tulang belut dengan teknik tertentu, Yamamoto membawa belut ke rumah sakit untuk di-CT scan demi mengetahui anatominya agar dia bisa mendapatkan cara memasak yang tepat. Yamamoto juga selalu menggunakan ikan hidup untuk mengolah masakannya.

Atas keunikan ini, sejak 2008 hingga sekarang, Restoran RyuGin mendapat 2 bintang Michelin. Tahun 2010, untuk pertama kalinya RyuGin menempati posisi 50 besar, tepatnya di urutan ke-48, restoran terbaik versi San Pellegrino. (IYA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau